Bitcoin adalah Realitas - Bukan Fenomena | havefun-earn

Archive Pages Design$type=blogging

Bitcoin adalah Realitas - Bukan Fenomena

Anggapan bahwa Bitcoin dipandang sebagai fenomena adalah keliru,  saat ini Bitcoin adalah realitas kekinian. Bitcoin adalah Realita...



Anggapan bahwa Bitcoin dipandang sebagai fenomena adalah keliru,  saat ini Bitcoin adalah realitas kekinian.

Bitcoin adalah Realitas, Bukan Fenomena

    Perkembangan bitcoin hingga saat ini makin populer. Jumlah transaksi juga makin bertambah. Belum lama ini, Visa Eropa bahkan sudah mulai melirik kecepatan sistematika blokchain sebagai alat pembayaran. 

    Selama ini, alat pembayaran konvensional cukup lambat, serta menelan biaya yang mahal. Coba dibayangkan sendiri jika transfer uang dengan transfer konvensional menggunakan bank, pungutan biaya yang dikenakan juga tidak kecil. Belum lagi jika transfer menggunakan mata uang asing ke beda negara. 

    Cukup berbeda jika  dibandingkan blokchain. Kecepatan transaksi kurang lebih 3 menit sudah bisa menjangkau berbagai negara. Bahkan, dengan biaya yang jauh lebih murah. Kemudahan hal yang semacam ini tentu saja akan memberikan manfaat besar kepada nasabah. Ya, ini yang dimaksud dengan keuangan terdesentralisasi. 

    Tentu bukan hanya Visa Eropa saja yang menganggap percepatan penerapan keuangan terdesentralisasi ini sebagai sebuah jalan terang kekinian. Beberapa hari lalu, Shinhan Bank di Korea Selatan, ikut andil dan berinvestasi juga di Bitcoin, kurang lebih $427,000. 

    Di Australia, The Australian Stock Exchange (ASX) mulai melirik teknologi blokchain untuk meminimalisir resiko perdagangan marketnya. Senada juga dengan perusahaan asuransi besar Allianz Perancis. Mereka juga menganggap teknologi blokchain cukup potensial. 

Makin banyak pengguna, diterima banyak kalangan
    Begitu pula di Singapura, awalnya Pemerintah Singapura mengatakan Bitcoin beresiko tinggi. Namun, tidak lama kemudian, Bank Sentral Singapura resmi untuk meningkatkan penelitian tentang teknologi blokchain ini. Bahkan Singapura melalui Temasek Group telah mendukung mata uang digital bulan Maret 2015 lalu.

    Dari berbagai hal diatas, mau tidak mau, bitcoin sudah bukan lagi dianggap sebagai fenomena. Saat ini, bitcoin adalah realitas kekinian. Silang pendapat akan selalu datang menyertai. Namun kenyataan dibalik itu, kepopuleran bitcoin disisi lainnya juga makin bertambah dan meningkat pesat. 

    Ambil contoh saja sepeti yang terjadi di Tiongkok, Amerika, dan Kanada. Negara-negara tersebut adalah pengguna bitcoin terbesar di dunia. Padahal, pemerintah Tiongkok menganggap menggunakan bitcoin adalah ilegal. Begitu juga dengan di Amerika dan Kanada, cukup banyak silang pendapat. Di Amerika, Rand Corporation memberikan laporan sebanyak 100 halaman yang memberikan hipotesis penggunaan mata uang digital akan banyak dimanfaatkan oleh  jaringan  teroris, kartel obat terlarang dan lainnya. 

    Menurut laporan Rand Corporation, saat ini hanya beberapa negara berkembang saja yang lebih banyak menggunakan bitcoin. Hal itu didasarkan pada lemahnya perekonomian di negara-negara berkembang, sehingga mata uang digital dianggap sebagai sebuah jalan alternatif. 

Dialektika tentang bitcoin dinamis, baik yang pro dan kontra tentang bitcoin.
    Kenyataan kontradiktif dari Rand Corporation, banyak perusahaan besar juga di Amerika yang mengakui kehebatan bitcoin, dan membuat tertarik untuk berinvestasi. Sebut saja Bill Gates, Winklevoss bersaudara, Wall Street, Visa dan lainnya. Pada akhirnya, akan selalu ada perbedaan pendapat, yang didasarkan dari politik kepentingan. Menariknya, justru perbincangan tentang bitcoin ini makin merambah di dunia intelektual. 

    Dimulai dari artikel akademis oleh Reuben Grinberg tahun 2011 berjudul BitCoin: An Innovative Alternative Digital Currency, kemudian penelitian berjudul Perspectives and Challenges for Bitcoin and Cryptocurrencies yang disusun oleh Joseph Bonneau, Andrew Miller, Jeremy Clark, Arvind Narayanan, Joshua A. Kroll and Edward W Felten. Lalu "Eclipse Attacks on Bitcoin’s Peer-to-Peer Network" yang disusun oleh Ethan Heilman, Alison Kendler, Aviv Zohar and Sharon Goldberg, dan masih banyak lagi.  Terlepas baik itu bernada pro maupun yang kontra terhadap bitcoin, faktanya, logo bitcoin makin bertaburan dimana-mana. 

COMMENTS

BLOGGER: 3
Loading...
Name

Artikel Blogging Football Free-Bitcoin KOMPUTER Litecoin Movie Music News Other-Online-Money TUKAR LINK
false
ltr
item
havefun-earn: Bitcoin adalah Realitas - Bukan Fenomena
Bitcoin adalah Realitas - Bukan Fenomena
http://1.bp.blogspot.com/-Snb1yiVWGrc/VoJXoZN5wYI/AAAAAAAAAkE/c2mdKJvJEWo/s1600/bitcoin-silver.png
http://1.bp.blogspot.com/-Snb1yiVWGrc/VoJXoZN5wYI/AAAAAAAAAkE/c2mdKJvJEWo/s72-c/bitcoin-silver.png
havefun-earn
http://havefun-earn.blogspot.com/2015/12/bitcoin-adalah-realitas-bukan-fenomena.html
http://havefun-earn.blogspot.com/
http://havefun-earn.blogspot.com/
http://havefun-earn.blogspot.com/2015/12/bitcoin-adalah-realitas-bukan-fenomena.html
true
2648317682912827939
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago